Manajemen HUMAS Dalam Pemberdayaan Masyarakat

MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT

DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

  1.        I.       Pendahuluan

Upaya peningkatan mutu telah banyak dilakukan, tetapi pendidikan masih dihadapkan kepada berbagai masalah antara lain yang paling krusial adalah rendahnya mutu pendidikan. Dari beberapa kajian, ternyata salah satu faktor penyebabnya antara lain adalah minimnya peran serta masyarakat dalam menentukan kebijakan sekilas sebagai akibat masyarakat kurang merasa memiliki, kurang tanggung jawab dalam memelihara dan membina sekolah dimana anak-anaknya bersekolah. Padahal apabila dikaji lebih lanjut beberapa komponen penentu peningkatan mutu sekolah antara lain adalah manajemen pemberdayaan masyarakat. Untuk itulah salah satu kebijakan dalam peningkatan manajemen sekolah adalah implementasi manajemen berbasis sekolah. Pendekatan ini sangat memerlukan partisipasi yang tinggi dari masyarakat, baik yang terwadahkan dalam komite sekolah, dewan pendidikan maupun masyarakat secara umum.

  1.     II.       Pentingnya Keikutsertaan Masyarakat dalam Membantu Pendidikan di Sekolah
    1. 1.      Masyarakat dan Pendidikan

Partisipasi yang tinggi dari orang tua murid dalam pendidikan di sekolah merupakan salah satu ciri dari pengelolaan sekolah yang baik, artinya sejauh mana masyarakat dapat diberdayakan  dalam proses pendidikan di sekolah adalah indikator terhadap manajmeen sekolah yang bersangkutan. Pemberdayaan masyarakat dalam pendidikan ini merupakan sesuatu yang esensial bagi penyelenggaraan sekolah yang baik (Kumars,1989). Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah ini nampaknya memberikan pengaruh yang besar bagi kemajuan sekolah. Kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar anak-anak di sekolah. Hal ini secara tegas dinyatakan oleh Husen (1988) dalam penelitiaanya bahwa siswa dapat belajar banyak karena dirangsang oleh pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru dan akan berhasil dengan baik berkat usaha orang tua mereka dalam memberikan dukungan.

  1. 2.      Konsep Dasar Manajemen Peran Serta Masyarakat
    1. a.      Pengertian Hubungan Sekolah dengan  Masyarakat

Hubungan Sekolah dengan  Masyarakat sebagai suatu proses kegiatan menumbuhkan dan membina saling pengertian kepada masyarakat dan orang tua murid tentang visi dan misi sekolah, program kerja sekolah, masalah-masalah yang dihadapi serta berbagai aktivitas sekolah lainnya.

  1. b.      Tujuan Hubungan Sekolah dengan  Masyarakat

Hubungan sekolah dengan  masyarakat bertujuan untuk meningkatkan:

–          Kualitas pembelajaran. Kualitas lulusan sekolah dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotor hanya akan tercipta melalui proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Proses pembelajaran yang berkualitas akan dapat dicapai apabila didukung oleh berbagai pihak termasuk orang tua murid/masyarakat.

–          Kualitas hasil belajar siswa. Kulaitas belajar siswa akan tercapai apabila terjadi kebersamaan persepsi dan tindakan antara sekolah, masyarakat dan orang tua siswa. Kebersamaan ini terutama dalam memberikan arahan, bimbingan dan pengawasan pada anak/murid dalam belajar.

  1. c.       Prinsip Hubungan Sekolah dengan  Masyarakat
  • Integrity

Semua kegiatan hubungan sekolah dengan  masyarakat harus terpadu, dalam arti apa yang dijelaskan, disampaikan dan disuguhkan kepada masyarakat harus informasi yang terpadu antara informasi kegiatan akademik maupun informasi kegiatan yang bersifat non akademik.

  • Continuity

Hubungan sekolah dengan  masyarakat harus dilakukan secara terus menerus. Jangan hanya dilakukan secara insidental atau sewaktu-waktu.

  • Coverage

Kegiatan pemberian onformasi yang lengkap, akurat, dan up to date hendaknya menyeluruh dan mencakup semua aspek/faktor atau substansi yang perlu disampaikan dan diketahui oleh masyarakat, misalnya program ekstrakurikuler, dll.

  • Simplicity

Sekolah dapat menyederhanakan berbagai informasi yang disajikan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi dan karakteristik pendengar (masyarakat setempat)

  • Constructiveness

Penyajian informasi hendaknya obyektif tanpa emosi dan rekayasa tertentu disamping itu informasi yang disajikan harus dapat membangun kemauan dan merangsang untuk berpikir bagi penerima informasi.

  • Adaptability

Program disesuaikan dengan keadaan di dalam lingkungan masyarakat.

  1. d.      Prosedur Pelaksanaan Hubungan Sekolah dengan  Masyarakat
  • Menganalisis masyarakat

Berkaitan dengan sasaran masyarakat, kondisi, karakter, kebutuhan dan keinginan masyarakat akan pendidikan.

  • Mengadakan komunikasi

Kemampuan komunikasi sangat perlu dalam memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

  • Melibatkan masyarakat

Masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan dan program sekolah.

  1.  III.       Teknik dan Bentuk Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
    1. 1.      Pengertian Teknik dan Bentuk Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara dan media baik media langsung (tatap muka) maupun media tidak langsung. Berikut ini ada beberapa teknik yang dapat dipertimbangkan sabagi salah satu  metode dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat yang umum dan memungkinkan untuk dilaksanakan di sekolah.

  1. Siaran Radio

Isi siaran/materi dikemas melalui selingan-selingan pesan pendek diantara acara-acara yang menarik perhatian masyarakat seperti hiburan dan sandiwara radio. Selain itu dapat dilakukan dialog radio dan dialog interaktif yang digabungkan dengan acara hiburan.

  1. Siaran TVRI (Khususnya Siaran Lokal)

Desain siaran dalam bentuk dialog interaktif antara pemerintah, sekolah dan masyarakat serta release berita tentang kegiatan keberhasilan sekolah.

  1. Stiker dan Kalender (Almanak)

Stiker berisikan pesan singkat dan promosi tentang sekolah dan poster menarik dan lucu merupakan media efektif karena ditempatkan diberbagai temapat yang mudah dilihat.

  1. Media Poster

Poster berisikan pesan yang didesain sesuai dengan kondisi masyarakat (religius, budaya, dsb) agar benar-benar menyentuh dan menggugah kemauan masyarakat untuk mendukung program belajar anak dan program sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah atau pengembangan sekolah.

  1. Perlombaan-perlombaan

Perlombaan adalah kegiatan yang cukup menarik bagi anak-anak di perdesaan, hal itu membuat dan meningkatkan motivasi anak berkompetisi secara sehat seperti lomba cerdas cermat dsb.

  1. Leaflet

Media informasi yang diberikan secara lebih jelas dan lengkap kepada tokoh-tokoh dimasyarakat sehingga mereka dapat menjelaskan secara lengkap program belajar/sekolah kepada masyarakat.

  1. Dialog langsung dengan Masyarakat (Pertemuan sekolah dengan masyarakat/orang tua murid)

Dialog langsung dengan orang tua murid, tokoh masyarakat/agama serta tokoh pendidikan tentang program belajar/sekolah serta kebijakan baru yang diambil pemerintah.

  1. Kunjungan ke Rumah

Media untuk mengetahui dan memecahkan permasalahan yang dihadapi siswa dalam belajar secara langsung dengan pendekatan kekeluargaan.

  1. Partisipasi sekolah dengan masyarakat lingkungan

Sekolah berpartisipasi dengan masyarakat setempat melalui kegiatab yang bersifat umum seperti kerja bakti, gotong royong kebersihan lingkungan dsb.

  1. Surat kabar sekolah

Pemberian informasi ke masyarakat luas tentang sekolah dan meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui latihan penulis/wartawan kecil.

  1. 2.      Bentuk-bentuk Partisipasi Orang Tua Murid/Masyarakat

Untuk melibatkan masyarakat dalam peningkatan mutu sekolah, kepala sekolah sudah seharusnya aktif menggugah perhatian masyarakat, tokoh agama dsb untuk bersama-sama berdiskusi atau bertukar pikiran untuk memecahkan berbagao permasalahan.

Komunikasi tentang pendidikan kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan informasi verbal saja, tetapi perlu dilengkapi dengan pengalaman nyata yang ditunjukkan kepada masyarakat agar timbul citra positif tentang pendidikan di kalangan mereka, sebab masyarakat pada umumnya ingin bukti nyata sebelum mereka memberikan dukungan. Bukti itu dapat ditunjukkan berupa pameran hasil produk sekolah, tayangan keberhasilan siswa sebagai juara cerdas cermat, juara olah raga, tayangan penemuan inovatif siswa dan sekolah dan sebagainya.

Adapun bentuk-bentuk dukungan/partisipasi orangtua murid/masyarakat yang diharapkan sekolah adalah:

v  Mengawasi/membimbing kebiasaan anak belajar di rumah

v  Membimbing dan mendukung kegiatan akademik anak

v  Memberikan dorongan untuk meneliti, berdiskusi tentang gagasan dan tau kejadian-kejadian aktual.

v  Mengarahkan aspirasi dan harapan akademik anak

  1.  IV.       Menggalang Dukungan Masyarakat
    1. 1.      Upaya Menggalang Masyarakat

Hal yang perlu diperhatikan untuk menggalang dukungan masyarakat agar bersedia dan turut mendukung lembaga pendidikan adalah isu yang akan digunakan. Isu yang menarik untuk dipakai sebagai upaya menggalangndukungan harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

–            Isu memang benar-benar penting dan berarti bagi masyarakat.

–            Isu mencerminkan adanya tujuan perubahan yang lebih besar dalam jangka panjang.

–            Isu memiliki landasan untuk membangun kerjasama lebih lanjut dimasa depan.

–            Isu penting sebagai dasar untuk membangun kerjasama dan dukungan.

  1. 2.      Mempromosikan Sekolah Kepada Masyarakat

Pemahaman masyarakat akan pendidikan akan menumbuhkan penghargaan, dan penghargaan mereka merupakan dasar tumbuhnya dukungan. Beberapa hal penting yang harusnya kita promosikan kepada masyarakat adalah:

–            Prestasi yang sudah dicapai oleh sekolah, khususnya prestasi akademik dan non akademik seperti tingkat persentase kelulusan, nilai ujian akhir nasional dibandingkan sekolah lain, prestasi lomba karya ilmiah dan lain-lain.

–            Keunggulan sekolah yaitu segala program/kegiatan yang berbeda dengan sekolah yang lain dan menjadi andalan bagi sekolah.

–            Ketersediaan berbagai sarana dan prasarana sekolah yang akan memberikan kontribusi dalam menghasilkan kualitas lulusan, misalnya sekolah memiliki laboraturium bahasa inggris.

–            Lingkungan sekolah, menyangkut keamanan, ketertiban dan kenyamanan.

–            Jaminan kualitas pembelajaran yang dilakukan. Misalnya sekolah mempromosikan bahwa status akreditasinya adalah A dll.

  1. 3.      Peranan Manajer Pendidikan Menggalang Dukungan Masyarakat

Niron (2001) menyatakan bahwa kepala sekolah harus memperhatikan beberapa hal pokok berikut ini agar dapat mencapai target mutu yaitu:

  1. Mengidentifikasi pelanggan sekolah. Sallis (1993) menyatakan setiap orang disekolah memiliki peran ganda yaitu sebagai pelayan sekaligus sebagai pelanggan, yaitu mereka sebagai pelayan untuk orang lain (guru terhadap muridnya), tetapi dia juga sebagai pelanggan pelayanan (guru dari pelayanan kepala sekolah). Maka kepala sekolaj memberikan pelayanan yang bermutu kepada semua staf sekolah. Sebab pada dasarnya staflah yang membuat kualitas menjadi baik atau menurun. Dengan demikian maka pelanggan internal ini perlu mendapat perhatian utama agar mereka mendapatkan kepuasan dalam bekerja.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan. Kepala sekolah perlu mengetahui secara jelas apa yang diinginkan oleh pelanggan.
  3. Menetapkan target produk yang diinginkan, khususnya kualitas produk. Produk yang berkualitas menjadi cerminan akan kualitas pelayanan yang diberikan.
  4. Mengembangkan visi, misi dan tujuan secara jelas.
  1. 4.      Program Manajemen Peran Serta Masyarakat

Program adalah kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi/lembaga dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Perencanaan program merupakan proses penetapan kegaitan di masa akan datang, dengan mengatur berbagai sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang seoptimal mungkin sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Secara sederhana aspek-aspek yang mutlak ada dalam perencanaan program kegiatan adalah:

  1. Rumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dalam rangka pemberdayaan masyarakat
  2. Menguraikan secara rinci kegiatan untuk mengatasi masalah.
  3. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai untuk satu kegiatan yang direncanakan.
  4. Tentukan sasaran kegiatan yang akan menjadi subjek dan obyek kegiatan, serta berapa target yang ingin dicapai.
  5. Tentukan indikator apa yang dapat menunjukan bahwa suatu kegiatan yang dilaksanakan dapat dikatakan berhasil atau gagal.
  6. Tentukan strategi yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
  7. Tentukan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan.
  8. Tentukan penanggung jawab dan pelaksana kegiatan. Pemilihan orang yang akan dilibatkan hendaknya memperhatikan prinsip berdasarkan kemampuan dan kemauan orang yang akan diberi kepercayaan.
  9. Rumuskan biaya yang diperlukan dan darimana sumber biaya tersebut. Dalam penentuan besaran biaya prinsip efesiensi hendaknya menjadi pertimbangan utama.
  1.     V.       Model Pelibatan Masyarakat
    1. 1.      Melalui Komite Sekolah

Dewan ini memiliki tanggung jawab bersama sekolah untuk meningkatkan mutu pelayanan sekolah. Selain itu, juga mempunyai tanggung jawab untuk melakukan analisis kebutuhan sekolah dan kebutuhan masyarakat melalui survey yang dilakukannya. Hasil analisis tersebut didiskusikan bersama pihak sekolah dengan melibatkan para ahli seperti konsultan dan sebagainya untuk diterjemahkan menjadi kebijakan dan program sekolah.

  1. 2.      Membina Kerjasama dengan Pemerintah/Masyarakat secara umum

Kerjasama dengan berbagai institusi menjadi kemutlakan bagi sekolah dalam upaya mengembangkan sekolah secara optimal, sebab sekolah adalah lembaga interaksi sosial yang tidak bisa lepas dari masyarakat secara keseluruhan, khususnya masyarakat disekitarnya.

Bentuk kerjasama tersebut dapat berupa:

–       Pemberian dan atau penggunaan fasilitas bersama.

–       Pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan siswa

–       Pemanfaatan sumber daya manusia secara mutualism.

  1. 3.      Kerjasama Sekolah dengan Masyarakat Terorganisasi

Saat ini banyak masyarakat yang mengikat dirinya dalam kelompok organisasi, salah satunya organisasi yang peduli terhadap pendidikan. Organisasi tersebut sangat besar manfaatnya apabila sekolah mampu menjadikannya sebagai mitra bagi pengembangan dan peningkatan mutu sekolah.

Sangat mungkin suatu sekolah pada masa sekarang ingin meningkatkan peran guru di samping sebagai pengajar juga sebagai pembimbing. Untuk meningkatkan kemampuan guru tersebut sekolah dapat bekerja sama dengan asosiasi bimbingan ABKINS (Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia).

Dalam kenyataan sehari-hari sering terjadi organisasi masyarakat melaksanakan kegiatannya justru menggunakan sekolah sebagai sasarannya, seperti pengabdian masyarakat mereka tentang penyuluhan NARKOBA, hal ini harus dimanfaatkan oleh sekolah sebagai peluang dalam pembinaan siswa di sekolahnya. Oleh sebab itu tidak salah kalau sekolah selalu memprogramkan berbagai kegiatan tersebut sebagai upaya peningkatan mutu disekolah.

 

  1.  VI.       Evaluasi Program Kegiatan Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Kegiatan terakhir yang harus dilakukan oleh Kepala Sekolah dalam melaksanakan Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat dalam Pemberdayaan Masyarakat adalah Kepala Sekolah mengevaluasi berbagai program dan kegiatan manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat (pemerintah, swasta, stakeholders maupun masyarakat secara umum). Hal ini dimaksudkan agar terlihat kinerja yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yang dipimpinnya dalam membina hubungan dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan, ide, sumber belajar dan pembiayaan sekolah.

Evaluasi yang dilakukan bisa berbentuk feed back, komunikasi langsung melalui dialog-dialog dengan tokoh masyarakat, orang tua murid ataupun organisasi masyarakat yang ada di sekitar sekolah. Bisa juga dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel yang dianggap telah dapat mewakili pendapat masyarakat, atau menyediakan kotak saran dan pendapat di sekolah sehingga masyarakat bebas melakukan penilaian dan memberikan masukan.

Hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan tolak ukur untuk meningkatkan kualitas hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s